“Bagus sekali, enam Fenrir melawan seorang elementalist, benar-benar curang.”
Auman dan kilatan cahaya dari cakar tajam Fenrir menari bagaikan sebuah siluet terang berwarna biru muda. Tetapi Magu tidak membuang tenaga untuk bergerak, tanah yang berada di sekitarnya spontan melindunginya dari serangan para Fenrir, angin pun bergerak seakan menjadi puluhan pisau yang menyerang para Fenrir.
“Mundur kalian!” Dengan sebuah lambaian tangan, tiba-tiba terjadi ledakan tepat di antara kumpulan Fenrir itu yang menghanguskan dua dari dua puluh empat kaki yang dimiliki kumpulan Fenrir itu. “Dasar serigala keras kepala.”
Fenrir yang kakinya hangus pun mulai mengamuk, ia mulai menggunakan taringnya untuk mencabik Magu. Tetapi saat Fenrir itu hampir berhasil mencabik Magu, mulut Fenrir itu sudah robek terkena es yang muncul tiba-tiba dari sekeliling Magu.
Fenrir berikutnya yang berusaha menyerang Magu pun mengalami nasib yang serupa, sebuah pilar es besar muncul dan merobek daerah antara kedua mata Fenrir itu.
“Fuh, masih ada empat lagi, dasar serigala kurang ajar.” Magu kemudian meletakkan tangannya dengan lembut ke tanah. “Sepertinya aku harus mengikuti usul Hunter dan membelah tanah ini.” seketika tanah yang berada di sekitar Magu pun berubah menjadi lembut, dan menyerap para Fenrir ke dalamnya.
Auman dan usaha sia-sia para Fenrir untuk meloloskan diri dari tanah yang menghisapnya mulai terdengar seperti sebuah jeritan ketidakberdayaan hewan melawan kekuatan alam. Perlahan – lahan suara para Fenrir itu sudah tidak terdengar lagi setelah rahang terakhir dari mereka ditelan oleh bumi.
Magu pun terduduk lemas. “Sial, aku masih harus menyusul Tuan Lance.” Ujarnya sambil berdiri dan berusaha menahan gemetar hebat kakinya. “Bagus sekali, bahkan angin pun sudah tidak bisa kukendalikan lagi, sepertinya Eres-ku sudah habis.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar